KONGRES ANAK BREBES TAHUN 2021

Forum Anak Nasional adalah organisasi anak yang dibina oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di seluruh Indonesia dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak.

Walaupun masih dalam kondisi pandemi covid-19, Forum Anak di Indonesia masih aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian aspirasi, gagasan, ide, dan pendapat yang berkaitan dengan seluruh aspek dan tumbuh kembang serta kehidupan anak. Hal ini pula yang dilakukan oleh Forum Anak Brebes.

Buktinya, pada tanggal 4 Maret 2021, Forum Anak Brebes ( FANBES ) kembali mengadakan Kongres Anak yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Brebes. Dalam acara kongres yang dihadiri oleh 25 anggota baru, 6 pengurus lama, dan 5 fasilitator tersebut, Forum Anak Brebes mengadakan berbagai kegiatan menarik, salah satunya adalah Pemilihan Duta Anak Brebes tahun 2021.

Acara kongres yang dimulai pukul 9 pagi tersbut dibuka oleh Bapak Dr. Sri Gunadi Parwoko M.Kes selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana ( DP3KB ) Kab.Brebes. 

Selama kurang lebih 30 menit, beliau menyampaikan beberapa hal penting yang berhubungan dengan permasalah anak di Kab. Brebes. Di antaranya terkait dengan perkawinan anak, hak-hak dasar anak, pendidikan, dan lain sebagainya.

Dalam kegiatan tersebut pula, peserta kongres juga diberi materi terkait dinamika kelompok yang dipandu langsung oleh Kak Erry Pratama Putra dari LPA Klaten dan juga materi menarik mengenai Forum Anak dan manajemen pengelolaan organisasi yang disampaikan oleh Kak Adi Assegaf dari Yayasan Simpul Indonesia.

“Peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok dengan materi permasalahan anak yang berbeda dan masing-masing kelompok akan berdiskusi solusi dari permasalahan anak sesuai dengan materi yang didapatkan. Kemudian perwakilan dari masing-masing kelompok akan mempresentasikan solusi yang sudah mereka diskusikan,” ujar Kak Erry.

Dalam diskusi, permasalahan anak yang dibahas sangat menarik, karena tidak hanya tentang kekerasan pada anak, namun juga menyoroti permasalahan anak seperti, perkawinan usia dini, lingkungan sehat tanpa rokok, anak dalam kondisi rentan, dan tips-tips bijak dalam bermedia sosial.

Diskusi berlangsung dengan serius namun santai dan mengasyikkan. Anggota fanbes baru terpilih berlatih menyampaikan pendapat masing-masing. Mereka saling beradu argumen dalam kelompok secara kontruktif dan mempresentasikan hasil diskusi melalui perwakilan dari masing-masing kelompok di depan forum.

Acara kongres semakin meriah, manakala para senior mengajarkan anggota baru dengan gerakan Jinggle Jo Kawin Bocah yang menjadi salah satu tag line kampanye anti pernikahan dini di Jawa Tengah. 

Kegembiraan peserta kongres semakin nampak ketika Bunda Retno Sudewi selaku Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah juga turut hadir dalam acara tersebut. Mereka menyambut dengan riang gembira dan tepuk selamat datang yang biasa dijadikan sebagai cara untuk menyambut tamu penting.

Dalam acara kongres tersebut, juga dilakukan pemilihan pengurus baru Forum Anak Brebes dari 8 anggota baru terpilih. Masing-masing diminta berpidato, kemudian dilakukan voting untuk menentukan ketua dan wakil ketua. Dari voting tersebut, akhirnya dihasilkan pengurus baru Forum Anak Brebes periode 2021-2023, masing-masing adalah Riski Pebri Sandikah sebagai ketua dan Aini Nadiya Atika sebagai wakil ketua, yang dikukuhkan oleh Bapak Dr. Sri Gunadi Parwoko M.Kes.

Mewarnai keseruan acara kongres adalah pemilihan duta anak tahun 2021 yang dipilih dari 25 anggota, terdiri dari 3 putra dan 3 putri sebagai finalis. Keenam finalis diminta untuk berpidato dengan mengambil salah satu tema dari 5 permasalahan anak.
Berbeda dengan pemilihan pengurus, untuk duta anak ini tidak dipilih berdasarkan hasil voting, melainkan berdasarkan nilai. Dari hasil penilaian, terpilih Duta Anak Kab.Brebes tahun 2021 adalah Evana Dwi Sufaira dari SMA N 1 Banjarharjo dan Riski Pebri Sandikah dari SMA N 1 Brebes.

Acara pemilihan duta anak adalah acara terakhir dalam kongres dan selanjutnya seluruh rangkaian kegiatan dalam kongres tersebut ditutup pada jam dua siang yang diakhiri dengan sesi foto bersama.